berubah, sebuah pemikiran yang dewasa...
few days ago, aku sempet telponan with my new friends... hehehe... ngobrol kesana kemari sampe akhirnya aku tersentak *cie... maksudku kaget* denger pernyataan dari dia "mau memperbaiki diri dulu supaya orang yang jadi pasangan hidupku ga pusing ngadepin aku". memperbaiki diri, sebuah niatan yang sangat susah dilakukan. kalo kita mau memperbaiki diri itu berarti kita harus mau melihat kaca dan bertanya "apa yg harus kuperbaiki?" setiap manusia punya sifat egois yang tinggi, sifat ini yang membuat kita sulit memperbaiki diri. apapun yang kita lakukan kita selalu menganggap itu benar. kalopun kita salah ya cari kambing hitam. itu yang biasa kita lakukan berkolaborasi dengan sifat egois kita.
seberapa besar kita mampu merubah sifat, kebiasaan dan diri kita? pertanyaan yang sulit dijawab. kita hidup dengan sifat kita yang sekarang ini sejak kita lahir. apakah dengan beberapa kejadian atau kehadiran seseorang sifat kita itu dapat berubah? demi siapakah atau demi apakah kita berubah? apakah perubahan itu tidak akan berubah (kembali ke masa sebelum berubah)? perjuangan yang kita lakukan untuk merubah sifat tidaklah mudah.
namun aku yakin, pada suatu titik dalam hidup kita, perubahan akan terjadi. entah menjadi lebih baik atau lebih buruk. sialnya kalo perubahan menjadi lebih buruk. bayangkan saja berapa banyak orang yang akan menyayangkan hal tersebut dan berapa banyak orang yang akan tersakiti oleh perubahan tersebut. mulai dari orang tua, sodara, temen, dan orang2 di sekitar kita.
buat aku... perubahan menjadi lebih baik adalah suatu bonus yang perlu kita syukuri. tapi inget itu cuma sebuah bonus. tidak lebih. kenapa aku bilang itu adalah bonus??? dalam menjalin hubungan apapun yang harus kita lihat adalah keburukan dari orang lain. kenapa demikian? saat kita tidak bisa menerima keburukan orang lain maka hubungan yang terjalin tidak akan menjadi hubungan yang sehat. keburukan selalu mudah diingat daripada kebaikan, yah hal ini didukung oleh pepatah "setitik nila, rusak susu sebelanga". that's true. karena keburukan yang kecil maka kebaikan yang selama ini ada hancur sudah. maka itu keburukanlah yang menjadi kunci utama dalam sebuah hubungan. hubungan apapun. menerima keburukan berarti melanjutkan hubungan yang sehat.
based on my experience nih, hubungan yang tidak dapat menerima keburukan pasangan kita adalah sesuatu yang useless. mungkin bisa ditahan, tapi kita ga bakal tahu sampe kapen itu akan bertahan.
menerima keburukan sama halnya dengan menjalin hubungan dengan orang lain apa adanya bukan dengan orang lain yang kita bentuk menjadi apa yang kita inginkan. apa adanya, tidak berubah dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
tips mau berubah : jangan berubah karena suatu keadaan atau karena seseorang, beruabahlah karena keinginan ingin berubah itu muncul dari dalam hatimu sendiri, berubah menjadi baik adalah hal yang sangat susah maka berusahalah. yang terpenting adalah sebelum berubah menjadi lebih baik, bunuhlah ego-mu, dengan begitu kamu akan lebih mudah berproses. the last is mulailah perubahan dari dirimu sendiri maka orang lain akan mengikutimu.
for my friends.... thanks for being yourself when we together. i like your unperfect side....

................ dalem ya......
Posted by: Jeffrey | November 8, 2007 04:40 AM
setuju Mok..
hehehe
tengkiu udah jadi temen yang apa adanya buat aku..
Mengutip Oprah dan tim Secret:
"Berubahlah seperti kamu inginkan orang lain untuk berubah seperti yang kamu mau"
and also...
"Jangan menunggu dunia berbah, tapi berubahlah bagi dunia, maka dunia akan berubah bagi dirimu"
it means..berubahlah dimulai dengan dirimu sendiri..
hehehe
i'm still trying to do this..
Posted by: Cindy | November 9, 2007 07:49 PM